Langsung ke konten utama

Pilihan ikan hias berukuran kecil, populer dan murah meriah

Pilihan ikan hias berukuran kecil, populer dan murah meriah

Memelihara dan merawat ikan hias adalah hal yang sangat menyenangkan, bahkan banyak orang merasa dapat memberikan kesejukan, menghilangkan stress dan malah ada yang dijadikan bahan terapi kesehatan hanya dengan melihat gerakan atau polah ikan hias yang dipelihara. Meskipun dengan segala efek positif yang dihasilkannya, terkadang bagi yang ingin memelihara ikan hias dirumahnya sering kali terkendala atau dapat dibilang kebingungan menentukan jenis ikan apa yang akan dipelihara, jika lahan dan dananya ada mungkin tidak jadi masalah berarti, lalu bagaimana jika lahan atau ruangnya terbatas?

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, ikan apa yang dapat menghasilkan efek positif tadi namun dengan ruang terbatas dan dana terbatas pula. Untuk menjawab pertanyaan ini, pojokkolam mencoba memberikan informasi pilihan jenis ikan hias apa aja yang berukuran kecil yang dapat dipelihara dengan tempat dan dana terbatas.

Berikut ini pilihan menurut pojokkolam, mudah-mudahan dapat menjawab pertanyaan dan menjadi solusi bagi yang membutuhkan :

Neon Tetra atau Cardinal Tetra

Ikan cantik ini berukuran maksimal (Panjang badan) sampai dengan 3 cm, dengan warna dasar agak transparan dan terdapat strip horizontal warna biru tebal yang menyala mirip lampu neon, kontras dengan strip merah dibawahnya plus perilakunya yang suka  berenang berkelompok dengan gerakan yang tidak cepat menjadikan varian ikan neon tetra dan sejenisnya (cardinal tetra, green neon) adalah pilihan tepat untuk akuarium kecil namun ingin tetap diisi dengan ikan cukup banyak dengan budget sangat hemat, saat ini pasaran untuk pengecer dikios ikan hias bisa dibawa pulang dengan anggaran 10-15 ribuan untuk tiap 5 ekor dengan ukuran 2cm.

Rasbora (Harlequin & galaxy)


Ikan endemic asia selatan dan asia tenggara ini terkenal sangat cantik dan memiliki perilaku anggun, sangat cocok dijadikan penghuni akuarium aquascape dengan latar pepohan hijau. Sebetulnya rasbora memiliki banyak jenis, namun yang dapat ditemui dipasaran lokal adalah 2 jenis ini (rasbora harlequin dan galaxy), dari dua jenis inipun hanya harlequin yang masih cukup mudah didapatkan di kios penjual ikan hias, dikarenakan masih belum terlalu banyaknya peternak ikan ini belum dapat memenuhi kebutuhan pasar khususnya pasar export.

Guppy 

Sejak tahun 90an atau mungkin lebih, guppy merupakan ikan yang sangat popular dikalangan hobiis ikan hias, mudah didapat dan corak warnanya sangat bervariasi, bersahabat dengan dompet dan mudah pemeliharaannya bahkan mudah untuk dibudidayakan ikan ini mungkin menjadi salah satu posisi teratas ikan hias berukuran kecil yang jadi favorit. Perilakunya suka berenang dari mulai permukaan sampai dengan dasar, Pejantan lebih mendominan secara warna dan corak, kisaran harga pun bervariasi sekali, mulai dari 5ribuan per 2 ekor sampai pada ratusan ribu rupiah untuk jenis-jenis atau strain terbaru dan masih langka.

Rainbow Fish (Bosemani & Peacok)

Banyak dihasilkan oleh alam Sulawesi dan papua, ikan rainbow merupakan primadona yang sangat cantik dan sangat layak mengisi akuarium kesayangan, sesuai namanya yang berarti pelangi, ikan rainbow memiliki warna dengan gradasi warna yang betul-betul indah, sayangnya ikan rainbow khususnya dibeberapa jenisnya hanya jantan saja yang memiliki warna kontras dan mencolok, sedangkan betina warnanya cenderung pucat, inipula yang menyebabkan harga jual sangat jauh berbeda antara jantan dan betina, harga eceran untuk ikan rainbow bosemani dan peacock berkisar 10ribu sampai 25ribu rupiah untuk tiap ekornya.

Platy (Hamburg hifin & Bloodred hifin)


Kelebihan jenis ini adalah cukup mudah dalam perawatannya namun tetap indah viewnya, dari banyak strain platy, pojokkolam memilih 2 jenis ini dengan pertimbangan corak warna dan bentuk sirip atas nya lebar, tinggi dan bergelombang (bloodred hifin), kisaran budget untuk akuisisi grade A ikan ini lumayan menguras kantong, antara 25ribuan sampai 200ribuan per pasang., namun untuk grade dibawahnya tidak semahal itu kok.

Ramirezi (Blue elektrik balon & German balon)

Tidak se-agresif cichlid pada umumnya, ramiezi dapat jadi salah satu pilihan utama salah satu ikan hias berukuran kecil yang dapat digabung bersama beberapa jenis lainya dalam satu akuarium kecil, tingkah lakunya yang suka menjaga areanya menambah “kenikmatan” menikmati pamandangan akuarium kita. Harga eceran ramirezi blue elektrik berkisar 10ribuan sampai 25ribuan, masih termasuk murah meriah.

Irian Terina (Iriatherina werneri)

Nama internasionalnya Threadfin rainbowfish (Iriatherina werner), mungkin dengan dalih memudahkan pengucapan lebih sering disebut Irian terina, salah satu jenis ikan rainbow yang sangat cantik dengan sirip dan ekornya yang panjang, memiliki gradasi warna yang indah dan masuk kategori ikan dengan ukuran kecil yang patut jadi pilihan utama untuk mengisi akuarium., dengan harga eceran mulai dari 3500 rupiah, ikan ini masuk golongan murah meriah, namun sayangnya masih sedikit sekali kios-kios ikan yang menjual ikan ini.

Molly 

Beberapa varian molly antara lain black molly, tri pera (white molly), golden molly, marbels (Dalmatian molly), bisa jadi alternative pilihan ikan hias kecil untuk mengisi akuarium, ikan ini juga mudah untuk dipelihara dan pastinya sangat masuk akal dari sisi harganya, biasanya harga eceran untuk jenis ini mulai dari 2ribuan rupiah sampai dengan belasan ribu tergantung jenis dan ukuran, yang paling  mahal adalah yang lyretail (jenis slayer) dan jenis balon.

Killifish


Mungkin masih terdengar kurang familiar, namun sejatinya ikan ini bisa jadi pilihan utama ikan hias dengan ukuran yang cukup kecil untuk dipelihara dalam wadah akuarium terbatas, ikan ini maksimal dapat tumbuh sampai ukuran 5cm, ada beberapa jenis killifish dan yang sering ditemui dipasaran adalah jenis red guentheri dengan kisaran harga eceran mulai dari 40ribuan.

sementara segitu dulu ya, masih ada banyak jenis ikan dengan ukuran yang cukup kecil sesuai judul dari artikel ini, lain kali segera diupdate, smoga artikel ini berguna bagi yang membutuhkan, salam..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Channa Andrao, predator mungil yang indah

channa andrao - pict by ruinemans.com Membahas channa pasti akan terbayang ikan predator mirip dengan ular (snakehead), yang suka menyerang ikan lain jika digabungkan, perilaku itu tidak terlalu pas disematkan kepada channa jenis ini, selain karena ukurannya yang tidak besar, andrao juga memiliki corak kombinasi warna yang lebih cocok disebut sebagai ikan hias.namun tetap secara garis keluarga tetaplah lebih banyak sifat predatornya. Kali ini kita coba kupas sedikit tentang channa andrao, yang menurut beberapa sumber adalah jenis atau varietas baru dwarf snakehead (channa gachua), endemik aslinya adalah dari kawasan rawa-rawa lefraguri, bagian barat Bengal, india. Nama andrao sendiri diambil dari nama seorang peneliti ikan air tawar bernama Andrew rao. Ukuran jenis ini termasuk yang terkecil diantara jenis-jenis channa lainnya, untuk ukuran dewasa dalam habitat buatan maksimal berukuran 10-12cm, sedangkan di habitat alamnya ada yang menyebutkan bahwa andrao dapat mencapai ukuran 15...

Cacing Darah (Bloodworm)-cabek vs Cacing Sutera

Cacing Darah (Bloodworm)-cabek vs Cacing Sutera Bicara soal ikan hias, pasti bicara juga soal perawatan dan pastinya akan berujung pula pada jenis makanan ikan hias yang tepat agar si ikan hias kita yang cantik tetap sehat, bugar dan tidak menjadi beban pikiran, karena ikan yang kurang sehat seringkali mampu menyeret empunya menjadi ikutan uring-uringan, gak nafsu makan (*ini agak lebay), tapi bagi para hobiis yang memang sudah sangat sayang kepada ikan peliharaannya pasti sedikit banyak akan mengalami masa-masa seperti itu, Ikan lambat berkembang, ikan badannya kurus, ikan tidak mau makan dan sebagainya. Selain faktor lingkungan seperti kualitas air dan suhu yang mempengaruhi tempat memelihara ikan, faktor pakan yang diberikan juga berperan besar menjadi penyebab ikan hias menjadi seperti diatas (lambar berkembang, kurus dan sebagainya). Kali ini pojokkolam mencoba sedikit membahas dua macam pakan ikan hias alam atau pakan hidup yang banyak dijual dan digunakan para pecinta ikan ...

Alat, Bahan dan Cara membuat Burger Ikan (Burger Discus)

Lama gak nulis artikel rasanya kangen juga, karena belakangan ini sangat serius banget belajar dan terus belajar tentang budidaya discus jadi lupa sama ngisi ini blog. kali ini saya cuma mau nulis tentang bahan-bahan dan cara membuat pakan buatan untuk discus yang biasa disebut oleh para hobiis ataupun penjual discus dengan istilah 'burger discus'. Bahan, takaran dan cara membuat yang saya tulis di artikel ini adalah hasil percobaan pribadi saya dengan melalui beberapa kegagalan mulai dari tekstur yang gak pas sampai tidak disukai oleh discus itu sendiri. tidak ada maksud menggurui, karena sejatinya saya juga masih sangat perlu banyak belajar, jika kurang berkenan atau terlihat sok tau mohon saya dimaafkan yah.. Ok, cerita dulu ya.. , awalnya saya termasuk orang yang kurang tertarik dengan pakan buatan ini, alasanya banyak deh, mulai dari nyari bahannya, takaran masing-masing bahannya, terus proses dan cara buatnya sampe jadi burger discus yang baik dan disenangi ikan itu susah...