Langsung ke konten utama

Cara merawat ikan hias jenis Arwana silver untuk pemula



Ikan satu ini banyak disebut sebagai ikan pembawa hoki atau keberuntungan, mungkin karena harganya yang mahal atau memang kepercayaan itu melekat bagi para penghobi yang mempercayainya, namun bagi pojokkolam arowana atau Saratoga lebih spesifik jenis arwana silver lebih kearah memiliki potensi menghasilkan uang karena hasil dari merawat dari kecil sampai ke ukuran 20cm sudah cukup memberi imbal balik lumayan ehemmm.., oke cukup basa-basinya, untuk merawat ikan ini dengan baik pastinya banyak artikel bertebaran di internet, namun kali ini pojokkolam mencoba sajikan berdasarkan pengalaman sendiri yah, silahkan disimak.

Tempat pemeliharaan

 

Umumnya arwana dipelihara pada wadah akuarium selain karena agar mudah dipantau, tidak membutuhkan ruang besar, dan keindahannya dapat sekaligus dinikmati. Ukuran akuarium yang beragam tidak dapat dijadikan patokan, namun untuk jenis arwana silver dengan ukuran akuarium PxLxT 100cmx50cmx40cm cukup ideal membesarkan 6-10 arwana dengan ukuran panjang 10cm hingga mencapai ukuran 15-16cm tentunya dengan tanpa mengabaikan perilaku agresif dari arwana tersebut. Jika pada perkembangannya ada ikan yang lebih agresif, sebaiknya yang paling agresif dipisahkan dari komunitas. setelah beberapa kali melakukan percobaan pembesaran dengan niat dijual saat ukuran arwana 17-20cm, dengan volume air kurang lebih 100 – 125 liter masih ideal. Oh iya untuk jenis silver jika jumlahnya lebih dari 2 ekor dan berasal dari satu lubuk kemungkinan besar dapat digabungkan dalam satu akuarium.

Untuk mendukung perkembangan ikan yang jumlahnya lebih dari 2 ekor dalam akuarium dibutuhkan peralatan pendukung seperti power head yang berfungsi mensirkulasikan air sekaligus menyaring kotoran-kotoran kasar yang ada pada air, karena sejatinya arwana termasuk jenis ikan yang senang berenang dan ikan dengan mobilisasi tinggi atau suka mondar-mandir pastinya akan cepat lapar dan jadi sering diberi pakan dengan maksud menjaga pertumbuhannya agar tidak terhambat

Kualitas air yang baik adalah salah satu factor utama kesuksesan merawat ikan jenis ini, tanpa mengesampingkan pola dan menu makanan yang jadi asupannya, jadi jangan malas untuk rutin mengganti sebagian air (20-30%) setiap 3 hari sekali agar kesegaran air tetap terjaga.
Satu lagi, untuk pemeliharaan yang maksimal dibutuhkan suhu air yang stabil, ada baiknya diberikan alat pemanas (heater) yang di set pada suhu 26-28 derajat, karena sifat alat tersebut standby maka alat tersebut dapat menjaga kestabilan suhu air, namun jika anda merasa lingkungan akuarium sudah cukup stabil suhunya, alat ini bersifat opsional.

Makanan yang baik untuk ikan arwana


Pakan terbaik untuk arwana adalah pakan alami yang tentunya bebas dari segala kontaminasi penyakit, macam makanan yang baik dan dapat dengan mudah dibeli dipenjual ikan adalah seperti jangkrik, kelabang, anak ikan mas, anak mas koki reject dan udang. Untuk jenis udang sebaiknya dipisahkan dahulu bagian cangkang yang keras atau capitnya yang besar karena beberapa kali kejadian menyebabkan arwana mati karena tersedak, namun udang sering kali jadi pilihan utama penghobi ikan umumnya ikan predator karena udang mengandung zat yang dapat merangsang warna pada ikan menjadi lebih joss. Dan sekedar mengingatkan banyak orang yang suka memberi makan arwana sembarangan seperti cicak padahal cicak menyebabkan efek jelek pada bagian mata (setidaknya seperti itu menurut banyak penghobi). Jadi perhatikan makanan yang akan diberikan, yang terbaik dan teratur tidak akan mengecewakan deh.

Faktor lain pendukung dalam merawat arwana silver

 

Jika anda memelihara arwana dengan cara menggabungkan beberpa ekor dalam satu akuarium, ada baiknya perhatian lebih dicurahkan selama perawatan tersebut, karena jumlah yang lebih dari seekor akan menyebabkan ikan menjadi lebih sering bergerak untuk menghindari terjadinya konflik fisik dengan penghuni lainnya, sebaiknya makanan yang diberikan selalu berlebih dan jenis makanan adalah ikan kecil (ikan mas, atau ikan cere) karena pakan jenis ini akan tetap hidup sampai si pemangsa dalam hal ini arwana berniat makan lagi. Namun jika makanan jenis lain yang tidak dapat bertahan hidup maka harus diatur pola makannya jangan sampai mereka terlalu lapar dan menimbulkan bentrok sesamanya.

JIka ukuran ikan sudah masuk diatas 15cm, usakan tinggi air agak jauh dari limit atas akuarium, karena ikan ini suka melompat keluar akurium karena kaget atau ada sumber makanan diluar akurium, jika demikian baiknya disiapkan semacam pagar atau jaring berbahan tidak kasar pada bagian atas dengan maksud mencegah arwana melompat keluar akuarium.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Channa Andrao, predator mungil yang indah

channa andrao - pict by ruinemans.com Membahas channa pasti akan terbayang ikan predator mirip dengan ular (snakehead), yang suka menyerang ikan lain jika digabungkan, perilaku itu tidak terlalu pas disematkan kepada channa jenis ini, selain karena ukurannya yang tidak besar, andrao juga memiliki corak kombinasi warna yang lebih cocok disebut sebagai ikan hias.namun tetap secara garis keluarga tetaplah lebih banyak sifat predatornya. Kali ini kita coba kupas sedikit tentang channa andrao, yang menurut beberapa sumber adalah jenis atau varietas baru dwarf snakehead (channa gachua), endemik aslinya adalah dari kawasan rawa-rawa lefraguri, bagian barat Bengal, india. Nama andrao sendiri diambil dari nama seorang peneliti ikan air tawar bernama Andrew rao. Ukuran jenis ini termasuk yang terkecil diantara jenis-jenis channa lainnya, untuk ukuran dewasa dalam habitat buatan maksimal berukuran 10-12cm, sedangkan di habitat alamnya ada yang menyebutkan bahwa andrao dapat mencapai ukuran 15...

Cacing Darah (Bloodworm)-cabek vs Cacing Sutera

Cacing Darah (Bloodworm)-cabek vs Cacing Sutera Bicara soal ikan hias, pasti bicara juga soal perawatan dan pastinya akan berujung pula pada jenis makanan ikan hias yang tepat agar si ikan hias kita yang cantik tetap sehat, bugar dan tidak menjadi beban pikiran, karena ikan yang kurang sehat seringkali mampu menyeret empunya menjadi ikutan uring-uringan, gak nafsu makan (*ini agak lebay), tapi bagi para hobiis yang memang sudah sangat sayang kepada ikan peliharaannya pasti sedikit banyak akan mengalami masa-masa seperti itu, Ikan lambat berkembang, ikan badannya kurus, ikan tidak mau makan dan sebagainya. Selain faktor lingkungan seperti kualitas air dan suhu yang mempengaruhi tempat memelihara ikan, faktor pakan yang diberikan juga berperan besar menjadi penyebab ikan hias menjadi seperti diatas (lambar berkembang, kurus dan sebagainya). Kali ini pojokkolam mencoba sedikit membahas dua macam pakan ikan hias alam atau pakan hidup yang banyak dijual dan digunakan para pecinta ikan ...

Alat, Bahan dan Cara membuat Burger Ikan (Burger Discus)

Lama gak nulis artikel rasanya kangen juga, karena belakangan ini sangat serius banget belajar dan terus belajar tentang budidaya discus jadi lupa sama ngisi ini blog. kali ini saya cuma mau nulis tentang bahan-bahan dan cara membuat pakan buatan untuk discus yang biasa disebut oleh para hobiis ataupun penjual discus dengan istilah 'burger discus'. Bahan, takaran dan cara membuat yang saya tulis di artikel ini adalah hasil percobaan pribadi saya dengan melalui beberapa kegagalan mulai dari tekstur yang gak pas sampai tidak disukai oleh discus itu sendiri. tidak ada maksud menggurui, karena sejatinya saya juga masih sangat perlu banyak belajar, jika kurang berkenan atau terlihat sok tau mohon saya dimaafkan yah.. Ok, cerita dulu ya.. , awalnya saya termasuk orang yang kurang tertarik dengan pakan buatan ini, alasanya banyak deh, mulai dari nyari bahannya, takaran masing-masing bahannya, terus proses dan cara buatnya sampe jadi burger discus yang baik dan disenangi ikan itu susah...